Saturday, January 16, 2010

Kereta Api Bawah Tanah Untuk Warga Jakarta Akan Segera Dibangun

Angkutan massal kereta api bawah tanah atau Mass Rapit Transit (MRT) untuk warga Jakarta akan segera dibangun. Saat ini Japan Bank International Corporation (JIBC) telah mengucurkan dana sebesar Rp 149 miliar kepada pemerintah Indonesia.

Pekerjaan awal pembangunan kontruksi akan dimulai pada tahun 2010 dan akan selesai pada tahun 2014. Biaya keselurahan pembangunan proyek MRT ini ditargetkan akan menelan dana sebesar Rp 8,3 triliun.

Pembagian prosentase pembiayaan yaitu 42 persen ditanggung oleh pemerintah pusat dan 58 persen ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta.

"MRT merupakan salah satu moda angkutan massal yang akan dibangun di wilayah DKI Jakarta. Angkutan massal dengan kapasitas angkutnya mencapai 400.000 penumpang per harinya dan akan mampu mengatasi kemacetan lalu lintas di ibukota," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang juga bertindak sebagai wakil Ketua Starring Commite (SC) pembangunan MRT saat jumpa pers, di Ruang Nanggala Gd. Cipta Lt.7 Departemen Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (20/8).

Sedangkan, angkutan massal dengan panjang lintasan mencapai 14,3 kilometer ini akan dibangun dengan 8 stasiun layang yaitu Lebak Bulus-Fatmawati-Cipete Raya-Haji Nawi-Blok A-BlokM-Sisingamangaraja-Senayan, dan 4 stasiun bawah tanah yaitu Istora-Bendungan Hilir-Setiabudi-Dukuh Atas.

"Pembangunan MRT jurusan Lebak Bulus-Dukuh Atas ini merupakan pembagunan tahap pertama. Sementara, pada tahun berikutnya Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk melanjutkan pembangunannya hingga ke stasiun Jakarta-Kota," jelas Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DKI ini.

Lebih lanjut Bang Fauzi-sapaan akrab Fauzi Bowo mengatakan, kapasitas angkutnya mencapai 23 ribu per jam. "Kalau dihitung per harinya mencapai 400 ribuan," ujar Bang Fauzi.

Sementara itu, SC pembangunan MRT juga akan segera membentuk jajaran direksi dan Komisaris Mass Rapit Transpotation Corporation (MRTC).

Dapat diinformasikan bahwa, pembentukan kepengurusan tersebut dijadwalkan akan selesai pada bulan Desember 2007. Jajaran direksi tersebut terdiri atas Direktur Utama, Direktur Infrastruktur, Direktur Business, dan Direktur Umum. Sedangkan untuk komisaris terdiri atas satu komisaris dari unsur pemerintah provinsi DKI Jakarta, satu dari unsur Departemen Perhubungan RI, dan dua dari unsur komisaris independen.

Di tempat yang sama, Asisten Pembangunan Sekdaprov DKI Jakarta, Nurfakih Wirawan menjelaskan, pembentukan jajaran direksi tersebut bertujuan membangun manajemen angkutan MRT dan teknis pelaksanaan pembangunannya. "Kami akan segera membentuk kepengurusan itu, untuk jajaran direksinya bisa dari unsur PNS maupun pihak non-PNS," jelasnya.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan segera menunjuk komite yang akan melakukan fit and proper test para calon jajaran direksi tersebut. "Posisi ini pasti akan diisi oleh orang yang lulus fit and proper test itu biar bisa bekerja dengan baik.," ujarnya.

Secara umum, pembangunan MRT ini bertujuan mengurangi kemacetan dan berperan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi.||bim

0 comments:

Post a Comment